studi tentang pergerakan islam kontemporer

BAB  I
PENDAHULUAN
1.1              LATAR BELAKANG
Sejarah telah membuktikan bahwa pesona Islam pernah menghiasi peradaban dunia,selama 13 abad lebih Islam berjaya dengan ikebesarannya,dalam sejarah dunia tidak ada institusi yang dengan ideologinya mampu bertahan dengan kuun waktu yang sangat lama dengan kekuasaan yang membentang luas dan segudang prestasi yang di capainya.
Uni Soviet dengan komunisnya hanya bertahan tidak sampai 100 tahun,begitupun AS dengan kapitalisnya yang kurang dari 200 tahun kini mulai menampakkan tanda-tanda kehancurannya dan ini adalah signal bahwa kebangkitan Islam bukanlah sebuah eutopia,setelah 80 tahun yang lalu runtuhnya Turki Utsmani yang penuh dengan konspirasi jahat Negara-negara Barat pasti akan ada momentum untuk kembalinya Islam menjadi peradaban dunia.


1.2       IDENTIFIKASI  MASALAH
Berdasarkan latar belakang di atas, masalah pokok disini adalah :
1.Bagaimana Sejarah runtuhnya Turki Utsmani?
2.Bagaimana perjuangan Islam pasca runtuhnya Turki Utsmani?
3.Manakah pergerakan yang cocok untuk Indonesia?



1.3       TUJUAN PENULISAN

Tujuan penulisan ini yaitu :
1.Mengetahui Sejarah runtuhnya Turki Utsmani
2.Mempeajari perjuangan Islam pasca runtuhnya Turki Utsmani dengan para tooh yang mendirikan pergerakan
3.Manakah pergerakan Islam yang cocok untuk Indonesia

BAB II
PEMBAHASAN

2.1 Sejarah Runtuhnya Khilafah Utsmaniyah
Kegemilangan Al-Fatih dalam menaklukkan konstantinopel sekaligus sebagai pembuktian bahwa hadist yang menjadi pembakar semangat para mujahid dari generasi rasululah sampai tabi’in adalah benar dan Al-Fatih telah membuktian itu sekaligus  memancarkan kembali pesona Islam yang mulai meredup pasca runtuhnya Daulah Abbasyiah.
Namun masa kegemilangin ini bertahan hanya 7 abad. Di akhir pemerintahan terjadi perselisaihan,politik,fanatisme,perebutan kekuasaan dan ambisi kedudukan mulai menyerang para penguasa kala itu,mereka tenggelam dalam beragam kemewahan,pertentangan mazhab,kesalahan dalam memahami agama dan memberikan kepercayaan serta mendelegasikan wewenang kepada yang tidak berkapasitas.
Ketika racun peradaban mulai menghampiri, di ujung sana terjadi pengkonsolidasian untuk menghimpun kekuatan dalam membagun peradaban baru menggantikan peradaban Islam yang semakin melemah.Eropa mulai menggeliat dan mempelajari kesuksesan peradaban Islam dan mereka begitu menikmati setiap kemunduran peradaban Islam yang mengantarkan mereka untuk menaiki puncak kekuasaan. Namun factor utama dalam kemunduran itu adalah dari phak internal kaum muslim sendiri yang aspek ruhiyahnya melemah sehingga dekadensi moral pun terjadi dan mengantarkan mereka pada kemunduran.
Muhamad Abduh pernah mengingatkan ketika perselisihan Arab dan Turki memanas”Maka apabila kekuatan kedua bangsa itu melemah, Eropalah yang menjadi kuat, mereka sudah lama menunggu antara pertarungan umat Islam tersebut dan kemudian mereka ingin menguasai kedua Negara tersebut atau salah satunya yang terlemah .Padahal waktu itu kedua bangsa tadi adalah yang terkuat diantara umat islam .Oleh karenya pertarungan kedua bangsa tadi akan melemahkan Islam dan mengantarkan pada kehancurannya”.(Dari Muhammad Imarah,Al-Jami’iyah Al-Islamiyyah wal fikroh Al-qaumiyah,Daar assyuruq,1414-1994,hal.53,54).
Di tengah-tengah kondisi Islam yang melemah akibat perpecahan internalnya muncullah sosok seorang yang memanfaatkan keadaan dia adalah Mustafa kamal .Turki pada waktu itu sedang dalam periode sejarahnya yang paling buruk. Kehidupan ekonomi dan sosial negri itu sedang lumpuh. Bangsa turki dikenal gagah menjadi menjrit geram dibawah tekanan kekuasaan sultan Abdul Hamid yang dispotik. Ibu kota menjadi intrik asing, dan pada gilirannya kendali sultan makin mengendur terhadap daerah kekuasaannyayang amat luas, dan juga dibidang internasional. Inilah yang menyebabkan sultan dijuluki “orang sakit di Eropa”.Sekelopok pemuda di sekolah staf Konstantinopel membentuk sebuah kelompok revolusioner rahasia. Dikenal dengan nama “Vatan” (tanah air), tujuannya hendak membebaskan Turki dari kekuasaan Sultan Abdul Hamid yang dispotik. Kamal muda yang menjadi pemimpinnya. Kemudian kamal bekerjasama dengan kolega-koleganya membentuk sebuah partai politikyang mereka berinama “Vatan wa Huriyat”.
Menurut Mustafa Kamal, “hal yang menjadi pokok bagi rakyat Turki adalah hidup dalam martabat dan rasa hormat. Ini hanya dapat terlaksana jika rakyat menikmati kemerdekaan penuh. Bagaimanapun tinggi kemakmuran dan kesejahteraan suatu bangsa , tetapi jika tidak merdeka harkatnya sebagai bangsa tidak ada. Mereka sedikitnya berhak atas suatu posisi yang lebih tinggi dari tempat seorang budak belian di dalam masyarakat yang berbudaya. Bagi sebuah bangsa yang merhargai harkat dirinya seperti halnya Turki, lebih baik hilang lenyap dari muka bumi dari pada hidup sebagai budak belian. Konsekuensinya ialah “merdeka atau mati”.
Turki merdeka pada 23 juli 1923 dan dinyatakan sebagai Republik, ketika kemerdekaan Turki telah mantap, Mustafa kamal mengemban tanggung jawab membangun Turki menjadi negara yang Modern.
Untuk menempatkan Turki di antara bangsa-bangsa yang berbudaya dan terhormat, Mustafa harus mengadakan serangkaian reformasi yang menjangkau jauh ke depan dari dalam bidang politik, sosial, yudisial, ekonomi, dan budaya. Untuk itu dia menggunakan cara-cara refolusioner. Oposisi kolot dibuatnya tidak berumur panjang, karena ditindaknya dengan tangan besi.Reformasi yang revolusioner itu segera kelihatan dengan berubahnya wajah Turki yang menyeluruh. Kepahlawanan yang sebenarnya justru perusak sendi kehidupan
Reformasi-reformasi yang dilakukan oleh Mustafa Kamal diantaranya :
1. Pengapusan Khilafah menjadi Republik.
2. Klausal sekularisasi negara dimasukkan dan undang-undang negara.
3. Melarang pemakaian peci fez, dan mengadopsi pakaian eropa.
4. Diperkenalkannya huruf latin sebagai pengganti huruf arab.
5. Penghapusan cadar dikalangan wanita Turki, dan mengenalkan sekolah campuran di institut-institut pendidikan, serta memberikan hak-hak wanita sejajar dengan kaum pria
 
6.Memodernisasikan organisasi angkatan bersenjata Turki
7.Mendirikan pabrik-pabrik modern dalam jumlah yang besar.


2.2 Perjuangan Islam Pasca Runtuhnya Khilafah Utsmaniyah

Pasca untuhnya Turki Utsmani, perkembangan pemikiran Islam kontemporer semakin  kompleks.Para Intelektual aktivis mencoba berperan dalam transformasi masyarakat mereka. Di akhir abad 20,Dari benua Eropa, Afrika, Amerika, dan Asia, kaum intelektual aktivis muslim ni menjadi pemikir Islam kontemporer yang berpengaruh. Pemikiran mereka menjadi dasar bagi beberapa gerakan Islam di seluruh dunia. Bahkan bagi mereka yang tidak sependapat engan mereka dan menyanggah pendapat mereka, para pemikir aktivis ini telah membentuk konsep dunia dan menentukan arah dari sebagian besar perdebatan di dunia muslim. Orang-orang ini, organisasi mereka, dan model pemikiran mereka telah menjadi bagian dari jantung keangkitan Islam di akhir abad dua puluh.

2.3 Macam-macam Pergerakan Islam kontemporer dan pemikiran tokoh

Robert  Jakson pernah berkata,”tidak ada sebuah dakwah atau gerakan atau risalah yang dikenal di dunia timur maupun di dunia Barat baik pada masa lalu maupun masa sekarang yang tidak dibahas dan dibacanya atau dipelajari tokoh-tokohnya,dianalisa kegagalan dan keberhasilannya. Berikut adalah beberapa biografi singkat para tokoh pergerakaan Islam kontemporer:
1.          Muhammad Abduh

a.      Biografi singkat
Syeikh Muhamad Abduh bernama lengkap Muhammad bin Abduh bin Hasan Khairullah. Beliau dilahirkan di desa Mahallat Nashr di Kabupaten al-Buhairah, Mesir pada 1850 M/1266 H, berasal dari keluarga yang tidak tergolong kaya dan bukan pula keturunan bangsawan.
Ketika Jamaluddin al-Afghani tiba di Mesir, tahun 1871, kehadirannya disambut oleh Muhammad Abduh dengan menghadiri pertemuan-pertemuan ilmiah yang diadakan olehnya. Hubungan ini mengalihkan kecenderungan Muhammad Abduh dari tasawuf dalam arti yang sempit, sebagai bentuk tata cara berpakaian dan zikir, kepada tasawuf dalam arti yang lain, yaitu perjuangan untuk melakukan perbaikan keadaan masyarakat, membimbing mereka untuk maju, dan membela ajaran-ajaran Islam.
Setelah dua tahun sejak pertemuannya dengan Jamaluddin al-Afghani, terjadilah perubahan yang sangat berarti pada kepribadian Abduh dan mulailah ia menulis kitab-kitab karangannya seperti Risalah al-'Aridat (1837), disusul kemudian dengan Hasyiah Syarah al-Jalal ad-Diwani Lil ‘Aqaid adh-Adhudhiyah (1875). Dalam karangannya ini, Abduh yang ketika itu baru berumur 26 tahun telah menulis dengan mendalam tentang aliran-aliran filsafat, ilmu kalam (teologi), dan tasawwuf, serta mengkritik pendapat-pendapat yang dianggapnya salah.

b.      Pemikiran Muhammad Abduh

Beberapa karyanya adalah :

1)      Syarah Nahjul Balaghah (Komentar menyangkut kumpulan pidato dan ucapan Imam Ali bin Abi Thalib);
2)      Menerjemahkan karangan Jamaluddin al-Afghani dari bahasa Persia, Ar-Raddu 'Ala ad-Dahriyyin (Bantahan terhadap orang yang tidak mempercayai wujud Tuhan); dan
3)      Syarah Maqamat Badi' az-Zaman al-Hamazani (kitab yang menyangkut bahasa dan sastra Arab).
Selain yang telah disebutkan di atas, selama hidupnya beliau juga melahirkan beberapa karya lain, yaitu:
1)      Tafsir al-Qur’an al-Hakim (belum sempurna, kemudian dirampungkan oleh Rasyid Ridha);
2)      Khasyiah ‘Ala Syarh ad-Diwani li al-‘Aqaid adh-‘Adhudhiyat;
3)      Al-Islam wa an-Nashraniyat ma’a al-‘Ilm wa al-Madaniyat.
Syekh Muhammad Abduh menggerakkan dan mempelopori kebangkitan intelektual pada paruh kedua abad ke–9. Kebangkitan dan reformasi dipusatkan pada gerakan kebangkitan, kesadaran, dan pemahaman Islam secara komprehensif, serta penyembuhan agama dari berbagai problem yang muncul di tengah-tengah masyarakat modern.
Ada dua fokus utama pemikiran tokoh pembaharu Mesir ini; Pertama, membebaskan umat dari taqlid dengan berupaya memahami agama langsung dari sumbernya – al-Qur’an dan Sunnah – sebagaimana dipahami oleh ulama salaf sebelum berselisih (generasi Sahabat dan Tabi’in). Kedua, memperbaiki gaya bahasa Arab yang sangat bertele-tele, yang dipenuhi oleh kaidah-kaidah kebahasaan yang sulit dimengerti. Kedua fokus tersebut ditemukan dengan sangat jelas dalam karya-karya Abduh di bidang tafsir.

2.Hasan Al-Banna

a.Biografi Singkat

Hasan Al-Banna lahir pada bulan Sya’ban 1324 H bertepatan dengan september 1906 M, di desa Al-Mahmudiyah di wilayah Al-Bahirah, Mesir. Ayahnya adalah seorang yang mempunyai pengetahuan luas dalam ilmu hadits.Semenjak kecil Hasan Al-Banna sudah memiliki wawasan yang luas dan hidup dalam lingkungan ilmiah terutama ilmu fiqh.Beliau memiliki karya-karya besar dalam bidang hadits,beliau menyusun hadits dalam musnad dan sunan Imam Syafi’I sesuai dengan bab-bab fiqih dan diberi judul,”Badai’ul Minan fi Tartibi Musnad Imam Asy-Syafi’I”,juga dengan musnad Imam Abu Hanifah.
Dalam musnad Imam Ahmad karya terbesarnya mencapai 40.000hadits(dengan beberapa tambahan dari anaknya yang bernama Abdulllah) sesuai dengan bab-bab fiqih,serta membuat takhrij bagi hadits-hadits tersebut.Kitab ini diberi judul”A-Fath Ar-Rabbani li Tartib Musnad Al-Imam Ahmad Bin Hanbal As-Syaibani”.
Hasan Al-Banna memiliki kecerdasan yang tinggi.Hasan Al-Banna telah lulus dari Darul Ulum pada saat usaianya kurang dari 21 tahun dan mendapatkan peringkat pertama dari semua mahasiswa.Hasan Al-Banna juga memperuas cakrawalanya dengan mempelajari kitab-kitab tafsir,fiqih,hadits dan hukum. Pekerjaan beliau setiap hari ebagai tukang reparasi jam sehingga dikenal dengan sebutan As-sa’ati (ahli dalam memperbaiki jam). Beliau juga seorang imam masjid serta pegawai syari’ah di desanya. Beliau mempunyai perpustakaan islam yang cukup besar.

b.  Hasan Al-Banna,Ikhwanul Muslimin dan politik
             Ketika Hasan Al-banna berinteraksi dan berda’wah di tengah masyarakat. Adalah berarti beliau telah mengetahui arah yang hendak dituju dan tujuan apa yang hendak dicapai.Pandangan (ru’yah) yang jelas merupakan bagian yang sangat menentukan keberhasilan da’wah.Hasan Al-banna menjelaskan sasaran dari setiap tahapan untuk mencapai sasaran pokok.”kami menghendaki individu muslim, keluarga muslim, dan ummat muslim.
            Tujuan utama da’wah adalah memunculkan al-haq. Apabila tujuan utama itu telah tercapai maka kita dapat “membangun individu, keluarga, dan masyarakat, kemudianmembangun ummat. Kemudian kita menjadi saksi (syuhada) atan manusia, seluruh manusia.”Adapun tentang ciri-ciri khusus da’wah ini, maka itu merupakan inti dari ajaran islam itu sendiri. Hasan Al-banna ketika merumuskan ciri-ciri khusus tersebut sebenarnya ia hendak membedakan da’wah ikhwanul muslimin dengan berbagai adah da’wah, partai, thoriqoh tashawuf, organisasi-organisasi sosial, dan berbagai lembga-lembaga ekonomi. Selain itu ada satu hal yang telah disusun dan ditulis Hasan Al-banna, sekaligus dapat dianggap sebagai garis-garis besar da’wah beliau, itulah yang dikenal dengan Al-ushul Al ‘Isyrin (dua puluh prinsip). Karya itu merupakan prinsip-prinsip dan kaidah-kaidah yang diringkas dan disaring Hasan Al-banna dari dinul islam.
             Dua puluh prinsip ini merupakan pokok-pokok pemahaman seorang muslim terhadap agamanya sekaligus merupakan gambaran yang syamil (universal) terhadap da’wah.

Beerapa prinsip pilihan :
a. Islam adalah Nizham Syamil (aturan hidup yang universal) meliputi semua aspek kehidupan. Islam adalah daulah dan tanah air, pemerintah dan ummat, islam adalah moral dan kekuatan, rahmat dan keadilan. Islam adalah peradaban dan undang-undang
b. Al-quran dan sunnah adalah nara sumber setiap muslim dalam mengetahui hukum-hukum islam.
c. Siapa saja dapat diterima atau ditolak ucapannya, kecuali Rosulullah yang ma’shum
d. Ikhtilaf fiqhi dalam masalah furu’ tidak menjadi sebab terjadinya perpecahan dalam agama.
e. Tidak boleh mengkafirkan seseorang muslim yang telah mengucapkan dua kalimah syahadat.

3. Syekh Taqiyyuddin An Nabhani dan Hizbu Tahrir
(Arab حزب التحرير;zzinggris Party of Liberation; indonesia: 'Partai Pembebasan') awalnya bernama 'Partai Pembebasan Islam (hizb al-tahrir al-islami)' adalah partai politik berideologi Islam didirikan pada tahun 1952 di Al-quds berdasarkan aqidah Islam.Taqiyyuddin An-nabhani(1905-1978) atau di Indonesia dikenal dengan Syekh Taqiyyuddin An Nabhani seorang Ulama, Mujtahid, hakim pengadilan (Qadi) Di Palestina dan lulusan Al Azhar. Beliau hafidz Quran sejak usia 15 tahun. Ia adalah cucu dari Ulama besar pada masa Khilafah Utsmaniyah, Syeikh Yusuf An-Nabhani.
Hizbut Tahrir didirikan sebagai organisasi Islam yang bertujuan mengembalikan kaum muslim untuk kembali taat ke hukum Islam, memperbaiki sistem perundangan dan hukum negara yang dinilai kufur agar sesuai tuntunan syariat, serta membebaskan dari gaya hidup dan pengaruh negara barat. Hizbut Tahrir juga bertujuan untuk membangun kembali pemerintahan Khilafah Islamiyah di dunia, sehingga hukum Islam dapat diberlakukan kembali.
Konsep pergerakan Hizbu Tahrir
Semua mabda’ (ideologi) selain Islam, seperti kapitalisme dan sosialisme (termasuk di dalamnya komunisme), tidak lain merupakan ideologi-ideologi destruktif dan bertentangan dengan fitrah kemanusiaan. Ideologi-ideologi tersebut adalah buatan manusia yang sudah nyata kerusakannya dan telah terbukti cacat-celanya. Semua ideologi yang ada selain Islam tersebut bertentangan dengan Islam dan hukumhukumnya. Oleh karena itu, upaya mengambil dan meyebarluaskannya serta dan membentuk organisasi/partai berdasarkan ideologi-ideologi tersebut adalah termasuk tindakan yang diharamkan oleh Islam. Dengan demikian, organisasi/partai umat Islam wajib berdasarkan Islam semata, baik ide maupun metodenya. Umat Islam haram membentuk organisasi/partai atas dasar kapitalisme, komunisme, sosialisme, nasionalisme, patriotisme, primordialisme (sektarianisme), aristokrasi, atau freemasonry. Umat Islam juga haram menjadi anggota ataupun simpatisan partai-partai di atas karena semuanya merupakan partai-partai kufur yang mengajak kepada kekufuran.

4.Syaikh Muhammad Hamid al-faqi dan jama’ah Anshor as-sunnah al-Muhammadiyah (Salafi)
Merupakan aliran salafi dalam umat didirian pada 1345 H/1926 Masehi di Kairo tujuannya adalah untuk mengajak umat kepada tauhid murni.konsep pemikirannya adalah berusaha berpegang pada tradisi-tradisi yang telah mapan. Bagi mereka, segala persoalan umat telah diselesaikan secara tuntas oleh para ulama terdahulu. Tugas kita sekarang hanyalah menyatakan kembali atau merujukkan dengannya. Perbedaan kelompok ini dengan fundamentalis terletak pada penerimaannya pada tradisi. Fundamentalis membatasi tradisi yang diterima hanya sampai pada khulafa' al-rasyidin , sedang tradisionalis melebarkan sampai pada salaf al-shalih , sehingga mereka bisa menerima kitab-kitab klasik sebagai bahan rujukannya. Hasan Hanafi pernah mengkritik model pemikiran ini. Yaitu, bahwa tradisionalis akan menggiring pada ekslusifisme, subjektivisme dan diterminisme.
5.Muhammad Ilyas dan Jama’ah Tabligh
            Didirikan di India oleh Muhammad Ilyas yang ayahnya bernama syaikh Muhammad Ismail,bermadzhabkan Hanafi,konsep pemikiran pergerakan ini adalah mengharuskan taklid pada ulama salafi,memisahan agama dan politik tidak wajib berdakwah di daerah tempat tinggalnya namun wajib berdakwah di tempat lain,aktifitas jama’ah ini ialah bertabligh(menyampaikan) dengan metode berdiam diri di mesjid atau melakukan perjalanan ke tempat lain.









BAB III
STUDI KRITIS
3.1 Pergerakan yang Cocok untuk Indonesia
            Setelah dianalisis dari setiap pergerakan di dunia dengan meihat kondisi kekinian ummat,untuk saat ini pergerakan jama’ah Ikhwanu Musimin termasuk pergerakan yang masih sesuai dengan karateristik Indonesia.
            Hizbu Tahrir dengan konsepnya memang memungkinan untuk di terima tapi membutuhkan waktu lama juga konsep kekhilafahannya yang terus di pertahankan dan sangat menentang pemerintahan tidak seirama dengan kondisi masyarakat yang belum siap jika ketatanegaraan harus di rubah secara cepat sedangkan IM dalam mencapai tujuannya bisa menerima kehadiran demokrasi karena ini bisa di jadikan alat untuk mencapai tujuan karena IM menghendaki perubahan secara bertahap sehingga masyarakat bisa lebih siap dengan pemerintahan Islami.
            Sedangkan untuk Salafi dan Jama’ah Tabigh kedua pergerakan ini kurang cocok di Indonesia karena model pergerakannya akan menggiring pada eksklusifisme.

Namun sangat memungkinkan gerakan-gerakan tersebut berkolaborasi, jika menyatukan fikroh akan selalu menemukan titik perbedaan dan jurang perpisahan alangkah bbaiknya bersama meski tidak bisa bekerja sama setidaknya sama-sama bekerja masih bisa dilakukan. dan satu sama lain saling menguatkan. IM dengan gerakan Sturkturalnya, salafi dan jama'ah Tabligh dengan gerakan kulturalnya dan HT dengan sosialisasi kepemimpinan khilafah yang menjadi harapan bersama.













BAB IV
KESIMPULAN
Dapat di simpulkan bahwa dari landasan teori yang di paparkan di atas dan analisa dari studi kritis yang merupakan perbandingan model beberapa pergerakan,untuk saat ini pergerakan Islam yang lebih bisa diterima  untuk masyarakat di Indonesia adalah Ikhwanul Muslimin.
Namun sangat memungkinkan gerakan-gerakan tersebut berkolaborasi, jika menyatukan fikroh akan selalu menemukan titik perbedaan dan jurang perpisahan alangkah bbaiknya bersama meski tidak bisa bekerja sama setidaknya sama-sama bekerja masih bisa dilakukan. dan satu sama lain saling menguatkan. IM dengan gerakan Sturkturalnya, salafi dan jama'ah Tabligh dengan gerakan kulturalnya dan HT dengan sosialisasi kepemimpinan khilafah yang menjadi harapan bersama.































DAFTAR PUSTAKA
Menuju Jamaatul Muslimin
Dr.Muhammad Abdul Qadir Abu Faris,Fiqih Politik Hasan Al-Banna
Muhammad Evandi,Inilah politikku                  
http:// ://id.wikipedia.org/wiki/Jamaah_Tabligh

Komentar

Postingan Populer